Pentingnya Kesehatan Mental Khususnya pada Masa Pandemi Covid-19
Kesehatan mental menurut seorang ahli kesehatan Merriam Webster, merupakan suatu keadaan emosional dan psikologis yang baik, dimana individu dapat memanfaatkan kemampuan kognisi dan emosi, berfungsi dalam komunitasnya, dan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Inti dari kesehatan mental sendiri adalah lebih pada keberadaan dan pemeliharaan mental yang sehat. Akan tetapi, dalam praktiknya seringkali kita temui bahwa tidak sedikit praktisi di bidang kesehatan mental lebih banyak menekankan perhatiannya pada gangguan mental daripada mengupayakan usaha-usaha mempertahankan kesehatan mental itu sendiri. (Dewi, 2012)
Di era sekarang ini, kesehatan mental merupakan salah satu isu yang sedang panas di kalangan masyarakat. Banyak yang menyuarakan pentingnya kesehatan mental di berbagai platform social media seperti Twitter, Instagram, dan lain-lain. Namun, seberapa penting dan berpengaruh sih kesehatan mental di kehidupan kita?
Kondisi mental yang sehat pada setiap individu tentunya berbeda-beda. Pribadi yang normal atau bermental sehat merupakan pribadi yang menampilkan prilaku yang bisa diterima masyarakat pada umumnya, serta memiliki sikap hidup yang sesuai norma. (Kartono, 1998).
Banyak orang-orang yang sudah mengampanyekan awareness mengenai pentingnya kesehatan mental. Hal ini menjadi salah satu pemegang kuat kesejahteraan hidup seseorang. Terutama pada kondisi pandemi seperti ini, tidak semua orang dapat bebas melakukan apa yang mereka mau. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental mereka. Terlebih, faktor-faktor kesehatan mental bukan hanya dari biologis diri saja, melainkan dari psikologis, sosial budaya, dan juga lingkungan.
Hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan mental kita diantara lain :
· Accept yourself atau menerima diri kita sendiri
Hal ini memang tidak mudah dilakukan, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Terkadang, stigma dan pandangan orang lain yang berlebihan terhadap kita dapat berimbas kepada mood, bahkan menjadi gangguan pada kesehatan mental kita. Oleh karena itu, mulailah cintai diri kita sekarang, because you’re enough, we’re good enough for ourself.
· Bercerita kepada orang yang tepat
Semua orang pasti memiliki titik sulit di masa hidupnya. Kita sebagai manusia pun memiliki kapasitas tersendiri untuk menanggung beban yang sedang kita jalani sekarang. Tidak ada salahnya terbuka dan bercerita kepada orang lain, tetapi sebisa mungkin cari lah orang yang tepat untuk bercerita. Tempat bercerita tidak harus teman atau keluarga, banyak orang-orang yang peduli dan sedang dalam posisi yang sama seperti kita. Oleh karena itu, kita dapat saling bertukar pendapat dan menguatkan.
· Lakukan hal yang kamu suka
Setelah menjalani aktivitas yang panjang, pasti ada saja rasa lelah dan penat. Terkadang, rasa ingin menyerah pun muncul. Hal ini merupakan pertanda tubuh dan pikiran kita membutuhkan waktu beristirahat sejenak. Bisa dilakukan dengan melakukan hal yang kita sukai seperti bermain alat musik, nongkrong di cafe, berbelanja, atau sekadar melihat pepohonan rindang di taman. Self healing dan juga mengapresiasi usaha yang telah kita lakukan selama ini juga penting, lho.
· Menjaga kesehatan
Kesehatan juga berperan penting untuk mental kita. Kita harus menjaga pola makan dengan baik, minum dan istirahat yang cukup. Apabila ada waktu senggang setelah melakukan aktivitas, kita dapat memanfaatkannya untuk berolahraga atau merebahkan diri di atas kasur untuk beristirahat.
· Menjaga komunikasi
Manusia tak luput dari perannya sebagai makhluk sosial, bukan? Oleh karena itu, kita harus menjaga komunikasi antar sesama dengan baik. Jangan takut untuk berinteraksi dengan baru atau menyuarakan opini di depan publik, selama yang kita lakukan sesuai norma dan tidak menyinggung orang lain, maka tidak perlu takut untuk bersuara.
Pandemi bukan penghalang kita untuk tetap produktif dan saling menjaga satu sama lain. Menurut data dari Morbidity and Mortality Report, tercatat selama pandemi Covid-19 gejala depresi naik 4 kali lebih tinggi dan gejala kecemasan naik 3 kali lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini merupakan acuan bagi kita untuk tetap menjaga kesehatan mental kita untuk kebaikan kita sendiri dan juga orang lain.
Hey, almost there! Keep going!<3
Sumber data :
https://tirto.id/studi-penderita-gangguan-mental-meningkat-selama-pandemi-covid-19-f1uj
https://blogs.insanmedika.co.id/faktor-kesehatan-mental-dan-cara-menjaga/
http://eprints.undip.ac.id/38840/1/KESEHATAN_MENTAL.pdf
Komentar
Posting Komentar